Clock

Jumat, 10 Mei 2013

MAKALAH TANAH LONGSOR


TANAH LONGSOR






 


Di Susun Untuk Memenuhi Tugas PLH

Di Susun Oleh              :Tatang Ismail
:Trijan Nurjayadi
:Sujian Pandina
:Saeful Hidayat
:Rudi Ardiansyah
:Rizki Nurdiana
:Uus Herdiana
Kelas                            : XI Ootmotif 1


BIDANG KEAHLIAN TEKNOLOGI SMK NEGERI 2 GARUT
Jl..Suherman. 90 Telp./Fax. (0262) 233141 Garut



KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarakatuh,

Puji syukur kami panjatkan kehadirat alloh swt,yang selalu melimpahkan rahmat dan nikmatnya sehingga kelompok kami dapat menyelesaikan makalah PLH ini .

Makalah ini di susun berdasarkan tugas yang di berikan kepada kelompok kami,yaitu tentang bencana tanah longsor,makalah ini berisikan tentang definisi tanah longsor ,proses terjadinya tanah longsor,penyebab terjadinya tanah longsor dan cara mengatasi / penanggulangan tanah longsor

Makalh ini di susun dengan tujuan untuk memenuhi tugas yang kelompok kami terima,maka untuk menyelesaikan tugas ini,kelompok kami harus benar-benar dalam mengerjakan nya.

Penyusun sadar bahwa makalah ini masih belum sempurna.oleh karena itu kritik dan saran yang konstruktif sangat diperlukan dari semua pihak untuk kesempurnaan makalah ini, untuk itu secara khusus kami selaku tim penyusun menyampaikan terima kasih,semoga makalah ini bermanfaat bagi kitta semua.amin

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


April 2013




         Penyusun
         Kelompok 4

           








Daftar Isi
Kata Pengantar …………………………………………………………………
Daftar Isi…………………………………………………………………………
BAB I PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang……………………………………………………..

1.2       Tujuan………………………………………………………………

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Definisi Tanah Longsor……………………………………………
2.2 Proses Terjadinya Tanah Longsor………………………………
2.3 Penyebab Terjadinya Tanah Longsor…………………………..
Faktor alam…………………………………………………………
Faktor manusia…………………………………………………….
2.4 Gejala Umum Terjadinya Bencana Alam Tanah Longsor…...
2.5 Pencegahan Terjadinya Bencana Alam Tanah Longsor…….
2.6 Hal – Hal Yang di Lakukan Selama dan sesudah Terjadi Bencana………………………………………………………………….            1. Tanggap Darurat…………………………………………………..
2. Rehabilitasi………………………………………………………...
3. Rekonstruksi………………………………………………………
Contoh tanah longsor…………………………………………………………
BAB III Kesimpulan…………………………………………………
BAB IV PENUTUP…………………………………………………...
Daftar Pustaka…………………………………………………








BAB I PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang

Bencana alam sebagai peristiwa alam dapat terjadi setiap saat dimana saja dan kapan saja, disamping menimbulkan kerugian material dan imaterial bagi kehidupan masyarakat. Gerakan tanah adalah salah satu bencana alam yang sering mengakibatkan kerugian harta benda maupun korban jiwa dan menimbulkan kerusakan sarana dan prasarana lainnya yang membawa dampak social dan ekonomi
Bencana adalah sesuatu yang tidak kita harapkan, oleh karena itu pemahaman terhadap proses terjadinya gerakan tanah berikut faktor penyebabnya menjadi sangat penting bagi pemerintah maupun masyarakat. Alternatif penanggulangan bencana baik dari aspek pencegahan (preventif), pengurangan (mitigasi) maupun penanggulangan (rehabilitasi) perlu dikaji secara mendalam.
1.2 Tujuan

Tujuan penulis membuat makalah ini adalah :
1.Untuk mengetahui gejala umum terjadinya tanah lonsor dan penyebab
terjadinya bencana alam tanah lonsor dan pencegahan terjadinya
bencana alam tanah longsor.
2.Untuk menambah wawasan dan pengetahuan.


BAB II PEMBAHASAN
2.1 Definisi Tanah Longsor


            Tanah longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran tersebut, bergerak ke bawah atau keluar lereng
atau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Secara umum kejadian longsor disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang memengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut. Meskipun penyebab utama kejadian ini adalah gravitasi yang memengaruhi suatu lereng yang curam, namun ada pula faktor-faktor lainnya yang turut berpengaruh:
  • Erosi yang disebabkan aliran air permukaan atau air hujan, sungai-sungai atau gelombang laut yang menggerus kaki lereng-lereng bertambah curam
  • Lereng dari bebatuan dan tanah diperlemah melalui saturasi yang diakibatkan hujan lebat
  • Gempa bumi menyebabkan getaran, tekanan pada partikel-partikel mineral dan bidang lemah pada massa batuan dan tanah yang mengakibatkan longsornya lereng-lereng tersebut
  • Gunung berapi menciptakan simpanan debu yang lengang, hujan lebat dan aliran debu-debu
  • Getaran dari mesin, lalu lintas, penggunaan bahan-bahan peledak, dan bahkan petir
  • Berat yang terlalu berlebihan, misalnya dari berkumpulnya hujan atau salju

2.2 Proses Terjadinya Tanah Longsor
Air yang meresap ke dalam tanah akan menambah bobot tanah. Jika air tersebut menembus sampai tanah kedap air yang berperan sebagai bidang gelincir, maka tanah menjadi licin dan tanah pelapukan di atasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluarlereng.

2.3 Penyebab Terjadinya Tanah Longsor

         
            Pada prinsipnya tanah longsor terjadi bila gaya pendorong pada lereng lebih besar dari gaya penahan. Gaya penahan umumnya dipengaruhi oleh kekuatan batuan dan kepadatan tanah. Sedangkan gaya pendorong dipengaruhi oleh besarnya sudut kemiringan lereng, air, beban serta berat jenis tanah batuan.

            Faktor penyebab terjadinya gerakan pada lereng juga tergantung pada kondisi batuan dan tanah penyusun lereng, struktur geologi, curah hujan, vegetasi penutup dan penggunaan lahan pada lereng tersebut, namun secara garis besar dapat dibedakan sebagai factor alami dan manusia:
Faktor alam
            Kondisi alam yang menjadi faktor utama terjadinya longsor antara lain:
a. Kondisi geologi: batuan lapuk, kemiriringan lapisan, sisipan lapisan
    batu lempung, struktur sesar dan kekar, gempa bumi, stratigrafi dan
    gunung_api.
b. Iklim: curah hujan yang tinggi.
c. Keadaan topografi: lereng yang curam.
d. Keadaan tata air: kondisi drainase yang tersumbat, akumulasi massa air,
    erosi dalam, pelarutan dan tekanan hidrostatika.
e. Tutupan lahan yang mengurangi tahan geser, misal tanah kritis.

Faktor manusia

Ulah manusia yang tidak bersabat dengan alam antara lain:
a. Pemotongan tebing pada penambangan batu dilereng yang terjal.
b. Penimbunan tanah urugan di daerah lereng.
c. Kegagalan struktur dinding penahan tanah.
d. Penggundulan hutan.
e. Budidaya kolam ikan diatas lereng.
f. Sistem pertanian yang tidak memperhatikan irigasi yang aman.
g. Pengembangan wilayah yang tidak diimbangi dengan kesadaran
   masyarakat, sehingga RUTR tidak ditaati yang akhirnya merugikan
   sendiri.
h. Sistem drainase daerah lereng yang tidak baik.

2.4 Gejala Umum Terjadinya Bencana Alam Tanah Longsor

• Munculnya retakan-retakan di lereng yang sejajar dengan arah tebing.
• Biasanya terjadi setelah hujan.
• Munculnya mata air baru secara tiba-tiba.
• Tebing rapuh dan kerikil mulai berjatuhan.

2.5 Pencegahan Terjadinya Bencana Alam Tanah Longsor
Ø  Jangan mencetak sawah dan membuat kolam pada lereng bagian atas di
dekat pemukiman
Ø  Buatlah terasering (sengkedan) pada lereng yang terjal bila membangun
permukiman
Ø  Segera menutup retakan tanah dan dipadatkan agar air tidak masuk ke
dalam tanah melalui retakan
Ø  Jangan memotong tebing jalan menjadi tegak
Ø  Jangan mendirikan rumah di tepi sungai yang rawan erosi
Ø  Jangan menebang pohon di lereng (gb. kiri)
Ø  Jangan membangun rumah di bawah tebing




2.6 Hal – Hal Yang di Lakukan Selama dan sesudah Terjadi Bencana

1. Tanggap Darurat
Yang harus dilakukan dalam tahap tanggap darurat adalah penyelamatan dan pertolongan korban secepatnya supaya korban tidak bertambah. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan,
2. Rehabilitasi
Upaya pemulihan korban dan prasarananya, meliputi kondisi sosial, ekonomi, dan sarana transportasi. Selain itu dikaji juga perkembangan tanah longsor dan teknik pengendaliannya supaya tanah longsor tidak berkembang dan penentuan relokasi korban tanah longsor bila tanah longsor sulit dikendalikan.
3. Rekonstruksi
Penguatan bangunan-bangunan infrastruktur di daerah rawan longsor tidak menjadi pertimbangan utama untuk mitigasi kerusakan yang disebabkan oleh tanah longsor, karena kerentanan untuk bangunan-bangunan yang dibangun pada jalur tanah longsor hampir 100%.




CONTOH TANAH LONGSOR



 

  

  
BAB III Kesimpulan

            Dari makalah yang kami buat yang berjudul “Bencana Alam Tanah Longsor” dapat menarik kesimpulan, diantaranya: Tanah longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran tersebut, bergerak ke bawah atau keluar lereng.
            Faktor penyebab terjadinya gerakan pada lereng ( tanah longsor) juga tergantung pada kondisi batuan dan tanah penyusun lereng, struktur geologi, curah hujan, vegetasi penutup dan penggunaan lahan pada lereng tersebut, namun secara garis besar dapat dibedakan sebagai factor alami dan manusia.
Terjadinya bencana alam tanah longsor ini dapat diminimalkan dengan memberdayakan masyarakat untuk mengenali tipologi lereng yang rawan longsor, gejala awal longsor, serta upaya antisipasi dini yang harus dilakukan, sehingga pengembangan dan penyempurnaan manajemen mitigasi gerakan tanah baik dalam skala nasional, regional maupun lokal secara berkelanjutan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan menggalang kebersamaan segenap lapisan masyarakat.


BAB IV PENUTUP
Daftar Pustaka
Ø  Anonymousa. 2007. http://www.solopos.com/tag/kelalaian-pemkab. diakses tanggal 29 agustus 20107
Ø  Anonymousb. 2010. http://www.tempo.co.id/ diakses tanggal 29 agustus 2007
Ø  Anonymousc..2010.http://resources.unpad.ac.id/unpadcontent/uploads/publikasi_dosen/Publikasi-Stabilitas%20Lereng.pdf. diakses tanggal 29 agustus 2010
Ø  Anonymousd.2010.http://id.shvoong.com/exact-sciences/earthsciences/1980537-manajemen-bencana-tanah-longsor/. diakses tanggal 29 agustus 2010
Ø  Anonymouse.2010.http://www.detikpertama.com/topik/longsor+dan+banjir+di+karanganyar. diakses tanggal 29 agustus 2010
Ø  Hardiyatmoko, Hari C. 2011. Penanganan Tanah Longsor dan Erosi. UGM Press. Yogyakarta.
Ø  Kristijono A., Tejakusuma I.G., Nurjaman D., Prawiradisastra S., Setiabudi A.,
Ø  Santoso E.W, Suryanto M., 2010. Laporan Rapid Assessment Bencana Longsor Di Dusun Mogol, Desa Legoksari, Kecamatan Tawangmangu,Kabupaten
Ø   Karanganyar Provinsi Jawa Tengah. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Jakarta.








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar